
Thermocouple adalah sensor suhu yang bekerja berdasarkan Efek Seebeck, yaitu munculnya tegangan listrik kecil dari sambungan dua logam berbeda saat terpapar panas. Di Indonesia, alat ini menjadi standar utama untuk pemantauan suhu di sektor manufaktur, energi, hingga pengolahan makanan karena ketahanannya di lingkungan ekstrem.
Monitoring & Kontrol: Memastikan suhu proses produksi tetap stabil.
Keamanan: Mencegah over-heating pada mesin boiler atau furnace.
Efisiensi: Mengoptimalkan penggunaan bahan bakar melalui pembacaan suhu yang akurat.
Tipe K (Chromel-Alumel): Paling banyak digunakan karena rentang suhu luas dan harga ekonomis.
Tipe J (Iron-Constantan): Standar untuk mesin industri model lama atau aplikasi plastik.
Tipe T: Spesialis untuk aplikasi suhu rendah (kriogenik).
Tipe R & S: Digunakan untuk suhu sangat tinggi seperti pada industri semen dan peleburan baja.
Agar tidak salah pilih dan menyebabkan downtime, perhatikan parameter berikut sebelum melakukan pengadaan:
Rentang Suhu: Pastikan batas maksimal suhu operasional sesuai dengan tipe sensor.
Material Probe: Gunakan Stainless Steel untuk umum, Inconel untuk panas tinggi, atau Ceramic untuk suhu ekstrem.
Lingkungan Kerja: Apakah area tersebut korosif, bertekanan tinggi, atau memiliki getaran kuat?
Kompatibilitas: Pastikan jenis kabel kompensasi cocok dengan temperature controller yang ada.
Pemilihan thermocouple yang tepat di industri Indonesia sangat bergantung pada kesesuaian antara spesifikasi sensor dengan kondisi lapangan. Penggunaan sensor yang mengikuti standar internasional (IEC/ANSI) menjamin akurasi data dan usia pakai alat yang lebih lama.
Pastikan akurasi suhu proses industri Anda tetap presisi dengan Thermocouple dan RTD dari Agaf Global. Pesan sekarang dengan klik tombol Whatsapp pada halaman ini!