
Thermocouple adalah sensor suhu yang terdiri dari dua jenis logam berbeda yang digabungkan pada satu titik. Instrumen ini menjadi pilihan utama di dunia industri karena ketangguhannya menghadapi suhu ekstrem, serta desainnya yang sederhana.
Bagaimana Thermocouple Bekerja?
Thermocouple bekerja berbasiskan Efek Seebeck. Fenomena ini terjadi ketika sambungan dua logam berbeda terpapar panas, sehingga menghasilkan tegangan listrik kecil yang sebanding dengan perbedaan suhu antara ujung sensor (hot junction) dan ujung referensi (cold junction).
Pemilihan jenis thermocouple bergantung pada rentang suhu dan lingkungan kerja:
*Tipe K (Chromel–Alumel): Paling populer; rentang suhu luas (-200°C s.d. 1.260°C).
*Tipe J (Iron–Constantan): Umum untuk industri ringan; lebih ekonomis.
*Tipe T (Copper–Constantan): Sangat stabil untuk suhu rendah/laboratorium.
*Tipe E: Memiliki sinyal tegangan paling kuat untuk akurasi lebih baik.
*Tipe N: Sangat stabil pada suhu tinggi dan tahan terhadap oksidasi.
Mengapa Memilih Thermocouple?
*Rentang Suhu Luas: Bisa mengukur dari suhu beku hingga ribuan derajat Celsius.
*Respon Cepat: Bentuknya yang ramping memungkinkan deteksi perubahan suhu yang instan.
*Daya Tahan Tinggi: Tahan terhadap getaran dan tekanan lingkungan industri.
Apa Risikonya?
*Akurasi: Umumnya sedikit di bawah RTD (Resistance Temperature Detector).
*Sinyal Lemah: Karena tegangan yang dihasilkan sangat kecil, sensor ini rentan terhadap gangguan listrik (noise).
Karena fleksibilitasnya, sensor ini dapat ditemukan pada:
1. Industri Berat: Tungku pembakaran (furnace), boiler, dan peleburan logam.
2. Otomotif: Sensor suhu gas buang dan mesin.
3. Energi: Pembangkit listrik dan sistem kontrol pemanas.
4. Komersial: Oven industri, pengolahan makanan, dan sistem HVAC.
Pastikan akurasi suhu proses industri Anda tetap presisi dengan Thermocouple dan RTD dari Agaf Global. Pesan sekarang dengan klik tombol Whatsapp pada halaman ini!