
Thermocouple adalah sensor suhu yang bekerja berdasarkan prinsip Efek Seebeck, di mana tegangan listrik dihasilkan dari sambungan dua logam berbeda yang mengalami perbedaan suhu. Alat ini menjadi standar utama di dunia manufaktur karena ketahanannya terhadap panas ekstrem, respons yang cepat, dan harga yang ekonomis.
Secara sederhana, thermocouple berfungsi untuk memantau dan mengontrol suhu mesin agar tetap stabil dan mencegah overheating.
Mekanisme kerjanya:
Dua kabel logam berbeda disatukan pada satu ujung (junction).
Perbedaan panas antara ujung sensor dan ujung referensi menciptakan tegangan mikrovolt.
Alat pembaca mengubah tegangan tersebut menjadi angka derajat suhu secara real-time.
Pemilihan tipe thermocouple sangat bergantung pada lingkungan kerja dan rentang suhu yang dibutuhkan:
Tipe K: Paling populer, tahan oksidasi, dan cocok untuk suhu tinggi.
Tipe J: Ekonomis, ideal untuk aplikasi suhu menengah.
Tipe T: Sangat stabil untuk suhu rendah atau kondisi lembap.
Tipe E: Memiliki sensitivitas tinggi untuk hasil pengukuran yang lebih detail.
Dibandingkan sensor suhu lain seperti RTD, thermocouple unggul dalam beberapa aspek:
Ketahanan: Sangat kuat terhadap getaran dan tekanan fisik.
Rentang Suhu: Mampu mengukur suhu ekstrem (hingga di atas 1000°C).
Kecepatan: Memberikan respon perubahan suhu yang sangat instan.
Mandiri: Tidak memerlukan sumber listrik eksternal untuk menghasilkan sinyal tegangan.
Sensor ini dapat ditemukan hampir di seluruh lini produksi, mulai dari industri baja, pengolahan makanan, mesin injeksi plastik, hingga pembangkit listrik. Ketepatannya dalam menjaga suhu proses sangat krusial bagi kualitas akhir produk Anda.
Pastikan sistem produksi Anda menggunakan komponen yang andal dan tahan lama. Untuk mendapatkan referensi perlengkapan mesin industri terbaik yang sesuai dengan kebutuhan teknis Anda, kunjungi segera:
👉 Agaf Global - Solusi Kebutuhan Mesin Produksi Industri Anda.Agaf Global – Solusi Kebutuhan Mesin Produksi Industri Anda