
Thermocouple Type J adalah sensor suhu berbasis Efek Seebeck yang menggunakan kombinasi logam Besi (Iron/Fe) sebagai kutub positif dan Constantan (Cu-Ni) sebagai kutub negatif. Sensor ini populer di industri karena keseimbangan antara harga yang murah dan performa yang andal.
Karakteristik Utama
* Rentang Suhu: Operasional optimal antara -40°C hingga 750°C.
* Sensitivitas: Tinggi, sekitar 50 µV/°C.
* Output: Sinyal tegangan kuat, sehingga mudah dibaca oleh PLC atau Temperature Controller.
* Kecepatan: Memiliki waktu respons yang cepat terhadap perubahan suhu.
Kelebihan:
* Ekonomis: Salah satu tipe termokopel termurah di pasaran.
* Akurasi Tinggi: Sangat stabil untuk penggunaan suhu rendah hingga menengah.
* Integrasi Mudah: Kompatibel dengan hampir semua perangkat kontrol suhu standar.
Kekurangan:
* Masalah Oksidasi: Karena kawat positifnya adalah Besi, sensor ini mudah berkarat di lingkungan lembap.
* Batas Suhu: Tidak disarankan untuk penggunaan di atas 750°C karena kawat besi akan mengalami perubahan fisik permanen.
Aplikasi Populer di Industri
Karena karakteristiknya, Type J paling sering ditemukan pada:
1. Industri Plastik: Mesin injection molding dan ekstrusi.
2. Pengolahan Makanan: Oven industri dan alat pemanas suhu menengah.
3. Manufaktur: Sistem pemanas listrik dan kontrol suhu ruangan (HVAC).
4. Laboratorium: Peralatan pemanas yang membutuhkan presisi pada suhu ruang.
Kesimpulan Pemilihan
Gunakan Type J jika Anda memprioritaskan biaya rendah dan akurasi pada suhu di bawah 750°C dalam lingkungan yang kering. Jika aplikasi Anda berada di lingkungan lembap atau suhu ekstrem (>800°C), pertimbangkan untuk beralih ke Type K.
Pastikan akurasi suhu proses industri Anda tetap presisi dengan Thermocouple dan RTD dari Agaf Global. Pesan sekarang dengan klik tombol Whatsapp pada halaman ini!