Thermocouple Type J: Karakteristik dan Aplikasi Industri

Thermocouple Type J: Karakteristik dan Aplikasi Industri

  • Feb 02, 2026
  • Agaf by Agaf

Thermocouple Type J adalah sensor suhu berbasis Efek Seebeck yang menggunakan kombinasi logam Besi (Iron/Fe) sebagai kutub positif dan Constantan (Cu-Ni) sebagai kutub negatif. Sensor ini populer di industri karena keseimbangan antara harga yang murah dan performa yang andal.

Karakteristik Utama

* Rentang Suhu: Operasional optimal antara -40°C hingga 750°C.
* Sensitivitas: Tinggi, sekitar 50 µV/°C.
* Output: Sinyal tegangan kuat, sehingga mudah dibaca oleh PLC atau Temperature Controller.
* Kecepatan: Memiliki waktu respons yang cepat terhadap perubahan suhu.

Kelebihan:

* Ekonomis: Salah satu tipe termokopel termurah di pasaran.
* Akurasi Tinggi: Sangat stabil untuk penggunaan suhu rendah hingga menengah.
* Integrasi Mudah: Kompatibel dengan hampir semua perangkat kontrol suhu standar.

Kekurangan:

* Masalah Oksidasi: Karena kawat positifnya adalah Besi, sensor ini mudah berkarat di lingkungan lembap.
* Batas Suhu: Tidak disarankan untuk penggunaan di atas 750°C karena kawat besi akan mengalami perubahan fisik permanen.

Aplikasi Populer di Industri

Karena karakteristiknya, Type J paling sering ditemukan pada:

1. Industri Plastik: Mesin injection molding dan ekstrusi.
2. Pengolahan Makanan: Oven industri dan alat pemanas suhu menengah.
3. Manufaktur: Sistem pemanas listrik dan kontrol suhu ruangan (HVAC).
4. Laboratorium: Peralatan pemanas yang membutuhkan presisi pada suhu ruang.

Kesimpulan Pemilihan

Gunakan Type J jika Anda memprioritaskan biaya rendah dan akurasi pada suhu di bawah 750°C dalam lingkungan yang kering. Jika aplikasi Anda berada di lingkungan lembap atau suhu ekstrem (>800°C), pertimbangkan untuk beralih ke Type K.

 

Pastikan akurasi suhu proses industri Anda tetap presisi dengan Thermocouple dan RTD dari Agaf Global. Pesan sekarang dengan klik tombol Whatsapp pada halaman ini!

Share: